[Lainnya......]
Melisa 93
  Akibatnya saya sering merasa lemas,kurang tenaga,pusing,tekanan darah juga rendah
 
13:05 21/07/2020
 
Assalamualaikum > trmksih sdh bertanya di Dietducate:
Berbagai penyebab badan sering lemas
Dalam istilah medis, badan sering lemas disebut dengan asthenia, yakni rasa lemas menyeluruh yang disebabkan oleh berbagai hal. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh gangguan fisik maupun psikis, seperti kurang tidur, depresi, anemia, infeksi virus atau bakteri, kanker, atau penyalahgunaan zat tertentu.
Berikut beberapa penyebab badan sering lemas yang mungkin Anda alami, antara lain:
1. Kurang tidur
Saat Anda mengalami badan lemas, coba cek lagi berapa lama Anda tidur semalam. Jika terasa kurang, maka inilah penyebab badan lemas Anda.
Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda cukup tidur sekitar 7-8 jam setiap malam. Untuk membentuk pola tidur, usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari. Atur kondisi ruangan dan tempat tidur agar terasa nyaman menjelang tidur.
2. Sleep apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang serius di mana penderita secara singkat berhenti bernapas untuk sementara waktu saat tidur. Sayangnya, kebanyakan penderitanya tidak menyadari hal ini. Sleep apnea biasanya ditandai dengan kebiasaan ngorok atau mendengkur keras, lalu badan sering lemas di siang hari akibat kekurangan oksigen.
Kelebihan berat badan, merokok, dan minum alkohol dapat memperburuk gejala sleep apnea. Maka itu, berusahalah untuk menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan, berhentilah merokok, dan hindari alkohol.
3. Kurang makan
Badan lemas juga kerap mengintai orang-orang yang kurang makan. Gangguan kesehatan yang satu ini juga bisa terjadi jika Anda rutin makan, tapi makanannya ternyata tidak mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh.
Makanlah dengan pola makan seimbang, lengkap dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein. Hindari atau batasi junk food tinggi gula dan lemak. Makanan tinggi karbohidrat dapat membuat lonjakan gula darah, dan ketika turun seketika badan akan terasa begitu lemah.
4. Kurang darah (anemia)
Anemia defisiensi besi adalah penyebab badan lemas yang paling umum pada wanita. Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan zat besi adalah komponen utama sel-sel ini. Tanpa cukup zat besi, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya untuk menghasilkan energi, sehingga badan jadi gampang lemas.
Anemia lebih rentan dialami oleh wanita yang menstruasinya tergolong berat atau sedang hamil. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, contohnya daging, kacang, tahu, kentang, brokoli, sereal yang diperkaya zat besi, dan beras merah.
5. Depresi
Tidak hanya faktor fisik, faktor psikis seperti depresi juga dapat menyebabkan badan sering lemas dan tak bergairah. Ditambah lagi, depresi dapat menyebabkan kesedihan dan kecemasan, yang juga dapat menyebabkan gejala fisik termasuk kelelahan, insomnia, sakit dan nyeri.
6. Hipotiroidisme
Tiroid adalah kelenjar yang bertugas untuk mengatur metabolisme, yakni seberapa cepat tubuh mengubah bahan bakar menjadi energi untuk menjalankan fungsi tubuh. Jika tiroid kurang aktif (hypothyroidism), kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, depresi, dan penambahan berat badan.
Hal ini dapat dipastikan dengan pemeriksaan darah. Jika badan lemas yang Anda alami memang benar karena hipotiroid, maka terapi hormon biasanya cukup efektif mengatasinya.
7. Kelebihan kafein
Kebanyakan orang mengonsumsi kafein agar tubuh jadi lebih segar, bertenaga, dan mengusir ngantuk. Dalam jumlah sedang, kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan energi.
Namun, hati-hati jangan sampai mengonsumsi kafein secara berlebihan. Terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung atau palpitasi, tekanan darah tinggi , kecemasan, dan insomnia. Setelah kafein habis, pengguna akan mengalami 'sakau' sehingga merasa lelah dan lemas.
Jika Anda minum banyak kopi, teh, soda yang mengandung kafein, atau minum obat dengan kafein, Anda perlu secara bertahap menghentikan kebiasaan ini. Minumlah kopi sedikit demi sedikit dan berhentilah minum ketika efeknya mulai dirasakan.
8. ISK
Gejala infeksi saluran kemih (ISK) yang paling umum termasuk rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil dan hasrat ingin buang air kecil. Tak hanya itu, infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan kelelahan dan badan sering lemas.
9. Diabetes
Diabetes dapat menyebabkan badan lemas, baik akibat gula darah tinggi ataupun rendah. Ketika gula darah tinggi, gula tersebut akan tetap dalam aliran darah, bukan digunakan sel untuk menghasilkan energi. Akibatnya, badan malah jadi lemas dan gampang capek.
Namun, gula darah penderita diabetes juga bisa rendah akibat penggunaan obat. Jika kadarnya rendah, maka tentu saja tubuh akan kekurangan energi, sehingga badan akan terasa lemas.
10. Dehidrasi
Saat badan gampang lemas, bisa jadi pertanda bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan cukup air. Hal ini dipengaruhi oleh dehidrasi yang membuat fungsi organ-organ tubuh jadi tidak maksimal, sehingga badan jadi tidak bertenaga.
11. Penyakit jantung
Pernahkah Anda merasa lemas setelah menjalani kegiatan sehari-hari yang sebetulnya tidak berat, seperti berbelanja, membersihkan rumah, atau menaiki tangga? Jika iya, maka Anda harus waspada sebab ini bisa jadi pertanda masalah jantung.
Saat jantung bermasalah, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh jaringan tubuh dengan baik. Akibatnya, tubuh akan menghemat sumber energi dengan mengalirkan darah yang seharusnya menuju anggota badan, tapi berbelok ke organ vital. Nah, hal inilah yang membuat tubuh menjadi lemas.
12. Alergi makanan
Alergi makanan ternyata juga bisa menjadi penyebab badan sering lemas. Jika Anda merasa ngantuk dan lemas setelah mengonsumsi makanan tertentu, maka bisa jadi tubuh Anda tidak toleran terhadap makanan tersebut.
#Trmksih
Berbagai penyebab badan sering lemas
Dalam istilah medis, badan sering lemas disebut dengan asthenia, yakni rasa lemas menyeluruh yang disebabkan oleh berbagai hal. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh gangguan fisik maupun psikis, seperti kurang tidur, depresi, anemia, infeksi virus atau bakteri, kanker, atau penyalahgunaan zat tertentu.
Berikut beberapa penyebab badan sering lemas yang mungkin Anda alami, antara lain:
1. Kurang tidur
Saat Anda mengalami badan lemas, coba cek lagi berapa lama Anda tidur semalam. Jika terasa kurang, maka inilah penyebab badan lemas Anda.
Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda cukup tidur sekitar 7-8 jam setiap malam. Untuk membentuk pola tidur, usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari. Atur kondisi ruangan dan tempat tidur agar terasa nyaman menjelang tidur.
2. Sleep apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang serius di mana penderita secara singkat berhenti bernapas untuk sementara waktu saat tidur. Sayangnya, kebanyakan penderitanya tidak menyadari hal ini. Sleep apnea biasanya ditandai dengan kebiasaan ngorok atau mendengkur keras, lalu badan sering lemas di siang hari akibat kekurangan oksigen.
Kelebihan berat badan, merokok, dan minum alkohol dapat memperburuk gejala sleep apnea. Maka itu, berusahalah untuk menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan, berhentilah merokok, dan hindari alkohol.
3. Kurang makan
Badan lemas juga kerap mengintai orang-orang yang kurang makan. Gangguan kesehatan yang satu ini juga bisa terjadi jika Anda rutin makan, tapi makanannya ternyata tidak mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh.
Makanlah dengan pola makan seimbang, lengkap dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein. Hindari atau batasi junk food tinggi gula dan lemak. Makanan tinggi karbohidrat dapat membuat lonjakan gula darah, dan ketika turun seketika badan akan terasa begitu lemah.
4. Kurang darah (anemia)
Anemia defisiensi besi adalah penyebab badan lemas yang paling umum pada wanita. Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan zat besi adalah komponen utama sel-sel ini. Tanpa cukup zat besi, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya untuk menghasilkan energi, sehingga badan jadi gampang lemas.
Anemia lebih rentan dialami oleh wanita yang menstruasinya tergolong berat atau sedang hamil. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, contohnya daging, kacang, tahu, kentang, brokoli, sereal yang diperkaya zat besi, dan beras merah.
5. Depresi
Tidak hanya faktor fisik, faktor psikis seperti depresi juga dapat menyebabkan badan sering lemas dan tak bergairah. Ditambah lagi, depresi dapat menyebabkan kesedihan dan kecemasan, yang juga dapat menyebabkan gejala fisik termasuk kelelahan, insomnia, sakit dan nyeri.
6. Hipotiroidisme
Tiroid adalah kelenjar yang bertugas untuk mengatur metabolisme, yakni seberapa cepat tubuh mengubah bahan bakar menjadi energi untuk menjalankan fungsi tubuh. Jika tiroid kurang aktif (hypothyroidism), kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, depresi, dan penambahan berat badan.
Hal ini dapat dipastikan dengan pemeriksaan darah. Jika badan lemas yang Anda alami memang benar karena hipotiroid, maka terapi hormon biasanya cukup efektif mengatasinya.
7. Kelebihan kafein
Kebanyakan orang mengonsumsi kafein agar tubuh jadi lebih segar, bertenaga, dan mengusir ngantuk. Dalam jumlah sedang, kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan energi.
Namun, hati-hati jangan sampai mengonsumsi kafein secara berlebihan. Terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung atau palpitasi, tekanan darah tinggi , kecemasan, dan insomnia. Setelah kafein habis, pengguna akan mengalami 'sakau' sehingga merasa lelah dan lemas.
Jika Anda minum banyak kopi, teh, soda yang mengandung kafein, atau minum obat dengan kafein, Anda perlu secara bertahap menghentikan kebiasaan ini. Minumlah kopi sedikit demi sedikit dan berhentilah minum ketika efeknya mulai dirasakan.
8. ISK
Gejala infeksi saluran kemih (ISK) yang paling umum termasuk rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil dan hasrat ingin buang air kecil. Tak hanya itu, infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan kelelahan dan badan sering lemas.
9. Diabetes
Diabetes dapat menyebabkan badan lemas, baik akibat gula darah tinggi ataupun rendah. Ketika gula darah tinggi, gula tersebut akan tetap dalam aliran darah, bukan digunakan sel untuk menghasilkan energi. Akibatnya, badan malah jadi lemas dan gampang capek.
Namun, gula darah penderita diabetes juga bisa rendah akibat penggunaan obat. Jika kadarnya rendah, maka tentu saja tubuh akan kekurangan energi, sehingga badan akan terasa lemas.
10. Dehidrasi
Saat badan gampang lemas, bisa jadi pertanda bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan cukup air. Hal ini dipengaruhi oleh dehidrasi yang membuat fungsi organ-organ tubuh jadi tidak maksimal, sehingga badan jadi tidak bertenaga.
11. Penyakit jantung
Pernahkah Anda merasa lemas setelah menjalani kegiatan sehari-hari yang sebetulnya tidak berat, seperti berbelanja, membersihkan rumah, atau menaiki tangga? Jika iya, maka Anda harus waspada sebab ini bisa jadi pertanda masalah jantung.
Saat jantung bermasalah, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh jaringan tubuh dengan baik. Akibatnya, tubuh akan menghemat sumber energi dengan mengalirkan darah yang seharusnya menuju anggota badan, tapi berbelok ke organ vital. Nah, hal inilah yang membuat tubuh menjadi lemas.
12. Alergi makanan
Alergi makanan ternyata juga bisa menjadi penyebab badan sering lemas. Jika Anda merasa ngantuk dan lemas setelah mengonsumsi makanan tertentu, maka bisa jadi tubuh Anda tidak toleran terhadap makanan tersebut.
#Trmksih
 
20:10 21/07/2020

