[Lainnya......]
anonim
  Hallo admin, saya mau tanya seputar obesitas. Diet yang tepat dan zat gizi mikro apa saja yang perlu ditingkatkan
 
07:58 25/08/2020
Irma Nova Yanti Sitio ahligizi
 
halo, saya akan menjelaskan seputar obesitas
Pengertian:
Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan sehingga membuat berat badan di atas normal.
Penilaian berat badan ideal umumnya dilakukan dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang. Cara menghitungnya adalah dengan rumus: Berat badan (kg)  Tinggi badan x Tinggi badan (m2)
Klasifikasi internasional IMT oleh World Health Organization (WHO) untuk populasi Asia-Pasifik adalah sebagai berikut:
IMT < 18.5 kg/m2 = kekurangan berat badan (underweight)
IMT 18.5 – 22.9 kg/m2 = berat badan normal
IMT 23.0 – 24.9 kg/m2 = kelebihan berat badan (overweight)
IMT 25.0 – 29.9 kg/m2 = obesitas derajat I
IMT  30.0 kg/m2 = obesitas derajat II
Namun, penentuan apakah seseorang obesitas atau tidak dapat dilakukan secara spesifik, yakni dengan menghitung persentase lemak tubuh. Hal ini dapat meningkatkan keakuratan penentuan obesitas. Karena bila hanya menggunakan IMT, seseorang dengan massa otot yang tinggi dapat terkategorikan sebagai obesitas juga, dan ini tentunya kurang sesuai.
Jika Anda termasuk obesitas, lakukanlah perubahan gaya hidup sesegera mungkin. Obesitas dapat menimbulkan berbagai jenis komplikasi, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serta kanker.
Penyebab:
Secara umum, penyebab utama dari obesitas adalah ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi yang diukur menggunakan unit kalori (Kal) dan kilokalori (kKal).
Di satu pihak, sebagian orang memiliki kecenderungan lebih mudah untuk mengalami peningkatan berat badan. Sebaliknya, sebagian orang lainnya merasa lebih mudah untuk mengalami penurunan berat badan tanpa upaya apa pun.
Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor tertentu, yang bisa meningkatkan kecenderungan terjadinya obesitas. Faktor- faktor tersebut adalah:
* Faktor metabolik
* Faktor genetik
* Tingkat aktivitas fisik
* Faktor hormonal
* Faktor usia, dan jenis kelamin
* Pola makan
* Merokok
* Kehamilan dan menopause
Gejala:
Obesitas dapat cukup jelas terlihat dari segi fisik. Sebagian besar pasien datang dengan masalah terkait peningkatan berat badan yang berlebihan dan bentuk tubuh yang tidak proporsional.
Ada juga sebagian pasien obesitas yang memiliki gangguan asupan makanan, seperti makan berlebihan, tidak merasa kenyang, kebiasaan makan sebelum tidur, dan sebagainya.
Namun, terkadang gejala yang timbul dapat diakibatkan oleh komplikasi dari obesitas itu sendiri, seperti:
Pada komplikasi serangan jantung: nyeri dada, dada terasa berat, dan sebagainya.
Pada komplikasi diabetes: rasa sering lapar, rasa sering haus, sering buang air kecil, dan peningkatan atau penurunan berat badan berlebihan yang tidak dapat dijelaskan.
Pada komplikasi penyakit paru-paru: sesak napas.
Diagnosis:
Secara umum, dokter akan melakukan wawancara medis yang mengarah terhadap diagnosis obesitas. Misalnya: pola makan, riwayat gangguan makan sebelumnya, dan sebagainya.
Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan dari bentuk tubuh dan evaluasi proporsi lemak dalam tubuh. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara manual maupun elektronik.
Untuk mendiagnosis obesitas, dokter juga menggunakan penilaian IMT seperti yang sudah dicantumkan sebelumnya. Namun, perlu ditekankan bahwa IMT saja belum lengkap untuk mendiagnosis obesitas.
Selain itu, karena obesitas terkait dengan berbagai komplikasi, beberapa pemeriksaan penunjang juga disarankan. Seperti profil lipid, tes fungsi hati, tes fungsi kelenjar tiroid, gula darah puasa dan hemoglobin A1c (HbA1c).
Untuk pasien obesitas, Memilih bahan makanan yang tepat untuk mengatasi obesitas:
Karbohidrat:
Untuk asupan karbohidrat, pilihlah bahan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang penuh serat seperti oats, pasta dari gandum, nasi merah, roti gandum dan kentang. Hindari pemilihan jenis karbohidrat yang mengandung gula sederhana.
Tidak lupa, sayur dan buah sebagai komponen makanan paling penting untuk orang obesitas. Selain mengandung karbohidrat sebagai energi, sayur dan buah juga mengandung serat yang sangat dibutuhkan tubuh.
Protein:
Ada 2 jenis protein yang bisa dikonsumsi, protein nabati, dan protein hewani. Protein nabati seperti tahu dan tempe yang sering Anda jumpai. Sedangkan untuk protein hewani pilihlah jenis protein yang cenderung rendah lemak, seperti ikan dan daging ayam tanpa kulit.
Kurangi konsumsi daging merah. jeroan binatang, dan sumber makanan yang mengandung protein dengan digoreng-goreng.
Lemak:
Sumber lemak biasanya didapatkan dari berbagai jenis minyak. Maka itu, pilihlah jenis minyak yang sehat seperti minyak zaitun, minyak canola, dan minyak alpukat.
Hindari makanan yang digoreng, karena mengandung lemak trans dan lemak jenuh tinggi yang bisa menambahkan timbunan lemak tubuh.
Bagaimana aturan makan yang baik dalam sehari?
Mengatasi obesitas dengan diet bukan berarti makan jadi hanya sekali dalam sehari atau bahkan tidak makan seharian. Tentu tubuh tetap butuh makan untuk menghasilkan energi. Maka itu, Anda tetap boleh makan tiga kali sehari, bahkan dengan dua kali selingan dalam sehari.
Misalnya, Anda bisa makan pagi jam 7, lalu dilanjutkan makan selingan pagi sekitar pukul 10, selanjutnya makan siang pukul 12 siang, lalu makan selingan sekitar pukul 4 sore, dan makan malam pukul 6 atau 7 malam.
Berikut adalah contoh menu makan yang pas bagi orang yang ingin menurunkan berat badannya.
Makan pagi:
nasi yang seukuran ½ gelas belimbing
1 butir telur yang dimasak orak-arik
1 mangkuk sayur bening. Sayur bening (sayur yang tidak bersantan) berisi â…“ gelas wortel yang sudah dipotong-potong, dan buncis yang sudah dipotong-potong sebanyak â…“ gelas
1 potong buah pepaya sekitar 55 gram.
- Selingan pagi:
1 gelas susu skim 200 ml
1 potong buah melon sekitar 55 gram
Makan siang:
¾ nasi dalam gelas belimbing atau 2 centong rice cooker sekitar 100 gram nasi.
Tumis tempe sebagai sumber protein nabati. Potong kotak-kotak kecil 2 potong tempe berukuran sedang, lalu tumis dengan sedikit minyak (â…” sendok teh), dan tambahkan kecap.
1 mangkuk sayur sop ayam. Sayur sop berisi potongan daging dada ayam sekitar 25 gram, potongan wortel sebanyak ½ gelas, potongan kol putih sebanyak ½ gelas, dan potongan jagung sebanyak ¼ gelas.
- Selingan sore:
1 gelas susu skim (tanpa lemak) 200 ml
1 buah apel
Makan malam:
¾ nasi dalam gelas belimbing atau 2 centong rice cooker sekitar 100 gram nasi.
1 potong sedang daging yang dimasak semur
1 porsi capcay. Capcay berisi aneka sayuran yang sudah dipotong-potong seperti wortel sebanyak ¼ gelas, sawi sebanyak ¼ gelas, kembang kol sebanyak ¼ gelas, dan 1 buah bakso.
1 buah jeruk segar.
Terimakasih :)
 
12:34 25/08/2020

