[Masalah Berat Badan]
Ramadani Rahayu
  Hi. Saya perempuan usia 21thn tinggi 153 BB 66 anak 1 usia 1.8 bulan apa boleh Busui diet? Lalu diet seperti yg baik buat Busui? Terimakasih
 
17:14 25/08/2020
Irma Nova Yanti Sitio ahligizi
 
Halo mba.
Saat Anda menyusui, sebenarnya Anda masih membutuhkan banyak sekali nutrisi untuk memproduksi ASI. Jika nutrisi ini kurang terpenuhi, maka yang rugi adalah Anda sendiri karena nantinya tubuh Anda akan mengambil zat gizi dalam tubuh untuk memproduksi ASI. Makanan yang Anda makan sebenarnya tidak terlalu memengaruhi produksi ASI, namun cukup penting bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda saat menyusui.
Diet saat hamil sebenarnya sah-sah saja jika dilakukan dengan baik. Tapi, jangan sampai malah berdampak buruk bagi Anda dan bayi Anda. Misalnya saja, tubuh Anda menjadi lemas karena Anda kurang makan, sehingga Anda kesulitan untuk merawat bayi Anda. Walaupun Anda melakukan diet saat menyusui, sebaiknya tetap perhatikan pemenuhan nutrisi untuk tubuh Anda dan untuk produksi ASI. Sehingga, juga tidak akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda yang masih tergantung pada ASI.
Bagaimana cara menjalankan diet sehat untuk ibu menyusui?
Sebenarnya saat Anda menyusui, tubuh Anda telah membakar kalori sebanyak 200-500 kalori. Ya, menyusui juga membantu Anda untuk menurunkan berat badan, terlebih lagi jika Anda menyusui bayi Anda secara eksklusif 6 bulan atau lebih.
Jika Anda ingin diet saat menyusui, sebaiknya ikuti petunjuk diet ini untuk memastikan diet Anda aman dilakukan untuk Anda dan bayi Anda.
1. Jangan terlalu membatasi konsumsi makanan Anda:
Diet penurunan berat badan yang terlalu ketat tidak baik dilakukan. Anda harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Saat hamil, Anda harus mengonsumsi setidaknya 1500-1800 kalori per hari. Beberapa ibu mungkin membutuhkan lebih banyak kalori. Jangan kurang dari angka tersebut, karena pemenuhan kalori di bawah angka tersebut mungkin dapat mengganggu produksi ASI Anda. Setidaknya Anda hanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 0,5 - 1kg per minggu dan tidak lebih dari ini. Penurunan berat badan lebih dari ini juga dapat memengaruhi produksi ASI Anda.
2. Turunkan asupan makanan Anda secara bertahap:
Penurunan porsi makanan yang dilakukan secara drastis dan tiba-tiba dapat membuat produksi ASI juga menurun. Penurunan asupan kalori secara tiba-tiba dalam jumlah banyak juga dapat membuat tubuh Anda menganggap hal ini sebagai kelaparan. Akibatnya, tubuh merespon hal tersebut dengan menurunkan jumlah produksi ASI Anda.
3. Jangan terburu-buru melakukan diet setelah melahirkan:
Sebaiknya jangan melakukan diet penurunan berat badan di awal-awal masa setelah kelahiran. Setelah melahirkan, Anda membutuhkan banyak nutrisi untuk mempercepat pemulihan tubuh Anda setelah melahirkan. Diet penurunan badan pada masa ini dapat menyebabkan masa pemulihan Anda lebih lama dan membuat Anda merasa lebih lelah. Jadi, jika Anda ingin melakukan diet saat menyusui, sebaiknya lakukan hal ini setidaknya 2 bulan setelah kelahiran bayi Anda.
4. Susui bayi Anda sesering mungkin:
Semakin sering Anda menyusui bayi Anda, semakin banyak pula ASI yang Anda produksi. Hal ini akan mendukung kelancaran pemberian ASI, sehingga Anda lebih mampu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi Anda selama 6 bulan. ASI eksklusif dapat meningkatkan penurunan berat badan Anda. Anda lebih mampu mengembalikan bentuk badan Anda seperti sebelum hamil, ketika Anda melakukan ASI eksklusif.
5. Konsumsi makanan sehat:
Walaupun Anda sedang diet, ini bukan menjadi halangan bagi Anda untuk tetap mengonsumsi makanan sehat. Hanya saja, mungkin Anda perlu mengubah cara Anda memasak makanan tersebut. Misalnya, ganti kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng dengan yang direbus. Ini dapat memotong sejumlah kalori yang didapatkan dari minyak. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran (setidaknya 5 porsi dalam sehari), perbanyak makanan berserat (misalnya, ganti nasi putih Anda dengan nasi merah), pilih protein yang sedikit mengandung lemak (seperti daging tanpa lemak, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, susu rendah lemak), serta banyak minum air putih. Daripada Anda mengonsumsi minuman manis yang mengandung kalori tambahan, sebaiknya Anda lebih memilih untuk minum air putih yang lebih sehat.
6. Lakukan olahraga secara teratur:
Jangan lupa untuk melakukan olahraga rutin untuk mendukung penurunan berat badan Anda. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan hanya melakukan diet ketat.
Terimakasih :)
 
18:45 25/08/2020

