anonim
  Salam sejahtera. Saya pria usia 23 tahun tinggi 165cm. Saya sudah melakukan diet dari awal febuari 2020 hingga saat ini, dari berat badan 114 kg hingga sekarang 85 kg. Saya ingin menurunkan berat badan saya hingga 77 Kg dan kemudian memulai untuk meningkatkan masa otot. Selama diet saya dari bulan febuari hingga sekarang mungkin dapat dibilang ekstrim. Pada saat awal saya melakukan diet, saya melakukan metode intermitten fasting (one meal a day), calori deficit, dan mengontrol asupan protein. Hal itu saya lakukan dari hari pertama tanpa tahap pembiasaan. Saya menghitung BMR saya melalui kalkulator online dari 3100 kcal hingga sekarang 2500kcal, namun saya mengkonsumsi rata2 1700 kcal (bulan april) hingga 1200kcal (bulan september). Asupan protein saya sekitar 90gr – 110gr per hari. Saya mulai terbiasa dengan pola tersebut dan berfikir selama masa otot tidak turun (karena asupan protein yang cukup) maka akan timbul masalah. Ini saya lakukan hingga saya stuck (berkali2) dan akhirnya progress benar2 berhenti di Agustus – September. Saya mengira bahwa tubuh saya sudah terlalu terbiasa, maka 21 September saya mencoba untuk mengganti metode diet dengan diet keto. Sekarang saya mengkonsumsi 900-1200 Kcal, protein 80-100gr, karbo kurang dari 15 gram perhari (walaupun terkadang melebihi), dan lemak sekitar 50% intake perhari. Di awal fase baru ini saya merasakan progress yang cepat, dan dalam 2 minggu saya kehilangan 4 kg, hingga sekarang saya stuck di berat 85 kilogram selama 1 minggu terakhir. Saya mengira dalam 2 minggu ini tubuh saya sudah terbiasa lagi dengan pola yang baru. Saya bisa mencoba membuat diet saya lebih ekstrim lagi dengan mengurangi intake kalori, namun dengan asupan 1000kcal per hari yang saya rasa sudah terlalu kecil (saya ingin merasa satiety juga selama saya makan sekali/hari), dan akan sulit memenuhi intake protein harian. Saya juga merasa diet yang (mungkin) ekstrim mulai menyebabkan kesulitan dan mungkin dalam jangka panjang dapat berbahaya. Saya membaca beberapa artikel yang menyarankan untuk mengistirahatkan diet untuk beberapa minggu sehingga kalori maintenance sesuai dengan tdee/bmr, namun pada saat saya mencoba sehari/dua hari, berat badan saya naik dan saya mulai ketakutan mendapatkan lemak yang sudah saya berusaha hilangkan. Saya masih jauh dari kata puas dengan bentuk tubuh saya sehingga saya benar2 takut untuk berhenti diet. Saya jadi bingung, apa yang harus saya lakukan sekarang. Saya menyadari bahwa banyak sesat fikir dan kecurangan dalam proses diet yang saya lakukan, dan saya ingin mencoba mendapatkan pandangan objektif dari ahli. Karena itu saya mencoba menuangkan keresahan yang saya rasakan disini dan mungkin mendapatkan pencerahan.
Tria Handayani, Amd.Gz ahligizi

