Generic placeholder image
[Lainnya......]

anonim

  

Assalamualaikum dok... ingin konsultasi,,, april - mei 2019 sy diet defkal ekstrem, di bulan januari 2020 sy sakit hingga d rawat d RS. krn gangguan fungsi hati, sgot sgpt tinggi serta ada batu empedu..apakah penyakit tersebut akibat diat sy di tahun sebelumnya? kalau begitu, ini sy mau menjalani diet lagi. bagaimana takaran makanan sy agar tidak kambuh peyakit sy itu .. BB sekarang 68 TB 154 cm lingkar leher 37 cm lingkar panggul 104 lingkar pinggang 89 lingkar perut 95

  23:04 16/10/2020

  0 Suka


Tyas Asri Anindyaningrum, S.Gz., AIFO ahligizi

 
Halo kak, Waalaikumsalam, terimakasih sudah bertanya di Dietducate 😊. Semoga selalu diberi kesehatan ya, saya mengapresiasi usaha kakak untuk mencari informasi tentang pola makan yg baik. SGOT dan SGPT yg tinggi, ini ada beberapa penyebab seperti perlemakan di hati karena kegemukan, infeksi di hati, kelebihan mengkonsumsi alkohol, minum obat2an tertentu. Kami tidak bs menarik kesimpulan karena perlu pemeriksaan lebih lanjut, hasil rontgen, pemeriksaan lab penunjang dll mohon untuk menanyakan penyebab kepada dokter penanggungjawab saat dirawat. Untuk bisa menjawab pertanyaan, saya perlu assessment lebih lanjut, bila berkenan mohon dijawab ya: 1. Bagaimana aktivitas dirumah? 2. Mohon Jelaskan kebiasaan asupan makan dari pagi, siang sore malam dan snack/cemilan atau cemilan. 3. Olahraga yg dilakukan dlm seminggu, dan bagaimana frekuensinya 4. Apakah ada alergi makanan? 5. Berapa Berat badan sebelum defisit kalori ekstrim ? 6. Obat yg dikonsumsi dan pengobatan yg sedang dijalani
  23:42 16/10/2020

anonim

 
terima kasih dok telah merespon pertanyaan sy 🤗 berikut jawaban sy dok 1. aktivitas ibu rumah tangga dan bekerja sebagai guru yg WFH .. 2. kebiasaan asupan makan normal 3 kali sehari , nasi dengan sayur , lauk, senang makanan yg bersantan, tetelan ..tapi semenjak skit di januari lalu sudah mengurangi konsumsi seperti itu 3. olahraga hanya 1-2 kali seminggu 4. tidak ada alergi makanan 5. BB sebelum defisit tahun lalu 65 , kemudian turun sampai 58 dalam 2 bulan. tapi setelah sakit dan pulang dr rs. keluhan tidak pernah kambuh lagi ..kemudian sekarang BB68 kg. 6. sudah tidak mengkonsumsi obat-obatan. demikian dok 🙏 ...
  20:58 18/10/2020

anonim

 
bagaimana dok kelanjutannya?
  21:43 23/10/2020

Tyas Asri Anindyaningrum, S.Gz., AIFO ahligizi

 
Halo kak, mohon maaf baru sempat menjawab 🙏 Baik, saya informasikan terlebih dahulu, indeks massa tubuh kakak termasuk obesitas, sehingga diharapkan kakak melakukan penurunan berat badan. Untuk yang sudah pernah SGOT SGPT nya tinggi, dianjurkan untuk makan dengan sesuai kebutuhan tubuh, rendah lemak, tinggi protein dan gaya hidup sehat ya kak, Kebutuhan basal tubuh kakak sekitar 1500 kal, ditambah aktivitas kebanyakan duduk sekitar 2000 kal. Karena kakak ingin menurunkan BB, dikurangi 300 kal sehingga kebutuhan kalori sehari sekitar 1700 kal. Tidak diharapkan konsumsi dibawah basal metabolisme < 1500 kal. Tipsnya: 1. Makan dengan sadar atau mindfulness sehingga kakak bisa memutuskan apakah makanan ini bermanfaat untuk kesehatan atau tidak 2. Rendah lemak, 1x sehari lauk digoreng karena minyak goreng mengandung lemak jenuh. 2. Kurangi makanan yg mudah dicerna, contoh : nasi putih, tepung-tepungan, gula pasir 3. Olahraga ditingkatkan 3-4x sehari, durasi 30 menit-45 menit yang disukai, sesuai kemampuan, didahului dengan pemanasand an diakhiri dengan pendinginan untuk menghindari cidera, intensitas sedang (terengah2 tapi masih bisa bicara lancar), 4. Hindari stress, karena akan meningkatkan hormon kortisol, kortisol + makanan tinggi lemak = penumpukan lemak diperut/organ Contoh menu 1700 kal, rendah lemak, lemak jenuh < 10%, vitamin mineral 80-100% dari kebutuhan makan pagi 07.00 : Nasi merah 100 gr, 2 centong ceper, telur rebus 1 buah, tahu bakso kukus 1 buah, urap sayur 1 porsi, pisang 1 buah -> 500 kalori Selingan pagi 09.00 : edamame rebus 1-2 genggam = 100 kal Makan siang 12.00 : nasi merah 2 centong magic com ceper 100 gr, sop ayam isian dada ayam 1 potong, brokoli, wortel porsi 1 mangkuk, tumis tempe+teri tawar, jus jambu+madu 1 sdm -> 500 kal Selingan 15.00: susu skim 4 sdm 150 kal Olahraga 1 jam sebelum makan malam Makan malam 18.00 : nasi merah 1,5 centong magic com ceper 50-70 gr, pepes ikan kakap+tahu 1 buah, 1 mangkok sayur bayam (wortel+oyong), buah pepaya 1 potong -> 400 kal Bila malam lapar (boleh iya boleh tidak) : alpukat 1/2 buah 50 kal Penjelasan : 1. sumber kalsium tinggi : susu skim, bandeng presto, tahu. 2. Sumber karbo beras merah, jagung mengandung serat lebih tinggi efeknya kenyang lebih lama 3. Sayuran mix 2-3 macam : kaya antioksidan, vitamin mineral, memperbaiki sel2 4. air putih 8 gelas sehari 5. Makan maksimal 3 jam sebelum tidur 6. kalori makan malam dianjurkan lebih sedikit drpada makan pagi dan siang (karena aktivitas banyak di pagi dan siang). 7. Maksimal makanan digoreng sehari 1-2 jenis bahan makanan saja co : pagi : tidak ada yg digoreng, siang : bandeng goreng, malam : tidak ada yg digoreng. Hindari makanan tinggi lemak : nasi goreng, santan kental, 8. Hindari makanan yg terlalu manis : cake dgn cream manis, minuman manis kemasan, softdrink, es campur, es cendol yg tinggi gula. 9. Menu makanan rumahan home made lebih terkontrol kalorinya daripada jajan diluar. Apakah ada pertanyaan? Kita evalusi 2 minggu lagi ya, apa kendalanya dan apakah terjadi penurunan BB, semoga membantu 😊
  22:35 24/10/2020

anonim

 
🤗 terimakasih banyak dokter.... masyaAlloh jelas sekali penjabaran nya.... semoga gangguan fungsi hati seperti dulu itu tidak pernah kambuh lg di sy dok....
  22:24 24/10/2020

Tyas Asri Anindyaningrum, S.Gz., AIFO ahligizi

 
baik sama-sama kak, kita evaluasi 2 minggu lagi ya 😊, semoga ada perkembangan.
  22:33 24/10/2020

Konsultasikan Masalah Gizimu !







Kelebihan Berat Badan ?