Berikut ini adalah beragam makanan pantangan yang perlu dihindari:
1. Garam atau natrium
Garam atau lebih tepatnya natrium dalam garam adalah kontributor utama untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Melansir Health Line, garam bisa menyebabkan darah tinggi karena natrium dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam darah.
Garam meja kurang lebih dapat mengandung sekitar 40 persen natrium.
Demi kesehatan, pengidap darah tinggi sendiri direkomendasikan untuk tidak mengonsumsi natrium lebih dari 2.300 miligram (mg) atau setara dengan 1 sendok teh garam setiap hari.
Perlu diwaspadai, natrium atau sodium bukan hanya bisa didapat dari konsumsi makanan asin.
Mineral ini mungkin juga tersembunyi di tempat yang tidak terduga.
Beberapa makanan berikut bisa menjadi kontributor utama asupan garam harian seseorang:
Roti
Pizza
Sandwich
Daging yang diawetkan
2. Daging olahan
Daging deli atau daging olahan yang sudah dipotong menjadi lembaran sering kali dikemas dengan natrium. Itu karena produsen mengawetkan, membumbui, dan mengawetkan daging ini dengan garam.
Menurut database United States Department of Agriculture (USDA), hanya dua potong daging bologna sudah mengandung 910 mg sodium. Sementara satu hot dog bisa mengandung 567 mg natrium.
Hal inilah yang kemudian menjadikan sandwich termasuk makanan pantangan darah tinggi, mengingat sering disajikan dengan daging deli yang mengandung natrium tinggi.
3. Pizza beku
Kombinasi bahan-bahan dalam pizza beku berarti tinggi gula, lemak jenuh, dan natrium.
Misalnya saja, keju yang sering kali mengandung natrium tinggi. Di mana, hanya dengan dua potong keju, bisa mengandung 512 mg sodium.
Belum lagi, ini masih dikombinasikan dengan adonan pizza yang asin atau manis, daging yang diawetkan, dan saus tomat.
Untuk mempertahankan rasa pada pizza setelah dimasak, produsen juga sering kali menambahkan banyak garam.
Satu pizza pepperoni 12 inci yang dimasak dari beku sedikitnya bisa mengandung 3.140 mg natrium, yang jauh di atas batas harian 2.300 mg.
Sebagai gantinya, cobalah membuat pizza yang menyehatkan di rumah sendiri dengan menggunakan adonan buatan sendiri, keju rendah sodium, dan sayuran favorit sebagai topping
4. Acar
Mengawetkan makanan apa pun membutuhkan garam.
Garam bisa menghentikan makanan agar tidak membusuk dan membuatnya bisa dimakan lebih lama.
Semakin lama sayuran berada dalam pengalengan dan mengawetkan cairan, semakin banyak natrium yang mereka ambil.
Sup kalengan memang sederhana dan mudah disiapkan, terutama saat Anda kehabisan waktu atau merasa tidak enak badan.
Namun, sup kalengan mengandung banyak natrium. Ini berarti sup kalengan dapat meningkatkan tekanan darah.
Satu kaleng sup tomat bisa mengandung 1.110 mg sodium, sedangkan sekaleng sup ayam dan sayur dapat mengandung 2.140 mg sodium.
Bagi pengidap hipertensi, cobalah memilih sup rendah natrium atau rendah natrium, atau buat sup sendiri di rumah dari bahan-bahan segar.
6. Produk tomat kalengan
Melansir Medical News Today, kebanyakan saus tomat kalengan tersedia dengan kandungan natrium tinggi. Ini berarti makanan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah Anda, terutama jika Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi.
Satu porsi (135 g) saus marinara sendiri bisa mengandung 566 mg sodium.
Sebagai solusi, penderita darah tinggi dapat mengonsumsi suas tomat yang tersedia dengan kandungan rendah natrium rendah.
Lebih menyehatkan lagi, penderita hipertensi lebih memilih menggunakan tomat segar, yang kaya akan antioksidan yang disebut likopen.
Sayuran segar ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jantung.
7. Gula
Gula dapat meningkatkan tekanan darah Anda dengan beberapa cara.
Penelitian menunjukkan bahwa gula, terutama minuman yang dimaniskan dengan gula, berkontribusi pada penambahan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak.
Kegemukan dan obesitas merupakan predisposisi orang-orang yang dipercaya untuk mengalami tekanan darah tinggi.
Gula tambahan mungkin juga memiliki efek langsung pada peningkatan tekanan darah, menurut sebuah ulasan penelitian pada 2014.
Sebuah studi pada wanita dengan tekanan darah tinggi melaporkan bahwa penurunan gula sebesar 2,3 sendok teh dapat menyebabkan penurunan sistolik 8,4 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik 3,7 mmHg.
8. Makanan olahan dengan lemak trans atau lemak jenuh
Untuk menjaga kesehatan jantung, orang harus mengurangi lemak jenuh dan menghindari lemak trans. Ini terutama berlaku untuk orang dengan tekanan darah tinggi.
Lemak trans adalah lemak buatan yang meningkatkan umur simpan dan stabilitas makanan kemasan.
Namun, lemak ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Lemak trans sangat buruk bagi kesehatan Anda dan dikaitkan dengan kesehatan jantung yang buruk, termasuk peningkatan risiko:
Penyakit jantung
Stroke
Diabetes tipe 2
Makanan kemasan yang sudah disiapkan sebelumnya sering kali mengandung lemak trans dan lemak jenuh, di samping gula, natrium, dan karbohidrat rendah serat dalam jumlah tinggi.
Satu ketimun acar kecil bisa mengandung 447 mg sodium.
Jadi akan lebih baik penderita darah tinggi untuk bisa membatasi atau mengurangi konsumsi acar.