Ghina Atika
  Halo kak, saya udah mulai diet dari januari tahun lalu. Berat badan saya itu 65kg awalnya. Sekarang 63kg dengan tb152cm. Saya udah IF juga dengan jadwal 16:8. Soal bb mungkin saya ga terlalu cemas karena bisa jadi karena massa otot saya nambah. Tapi yang jadi concern saya, kayanya tubuh saya mulai bosan, karena di pagi hari sara carving makanan berat kaya nasi + lauk lauk gitu. Udah saya coba akali pake buah buahan tapi tubuh saya memberi sinyal "lebih cepat lapar lagi" atau kadang malah jadi maag saya kambuh karena diberi buah. Atau kalo saya tahan aja sampe jam jendela makan saya, rasanya agak kalap karena beneran super lapar gitu Oiya jadwal olahraga saya 6x seminggu 2x strength training 2x pilates 2x hiit cardio Masing-masing durasinya 40-60 menit kak. Apa ada langkah yang tepat ya kak dari metode diet saya? Soalnya saya merasa bentuk badan saya cukup stuck ya dari lingkar perut dan lain-lain Terima kasih sebelumnya 🙏
Wahyu Sandy Hidayatullah ahligizi
Melihat kondisi yang kamu alami—seperti rasa lapar berlebih dan progres yang terasa stuck—sepertinya tubuhmu bukan sedang menolak, tapi hanya butuh sedikit "penyesuaian strategi" agar usahamu tidak sia-sia.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita coba sesuaikan agar tubuhmu kembali nyaman:
1. Memahami Sinyal Tubuh
Lapar & Maag: Memulai buka puasa hanya dengan buah sering kali memicu lonjakan gula darah yang cepat turun lagi, sehingga kamu merasa kalap saat makan besar. Selain itu, sifat asam pada beberapa buah bisa memicu maag jika perut dalam keadaan kosong terlalu lama.
Progres yang Terhenti: Dengan intensitas olahraga 6x seminggu ditambah IF yang ketat, ada kemungkinan tubuhmu masuk ke mode bertahan hidup (starvation mode). Akibatnya, metabolisme melambat dan lemak (terutama di perut) jadi lebih sulit luruh.
2. Rekomendasi Langkah Baru
Agar hasilnya lebih optimal dan tubuh tidak terasa tersiksa, yuk coba beberapa perubahan kecil ini:
Longgarkan Jendela IF: Tidak perlu berhenti, cukup geser sedikit ke 14:10 atau 12:12, terutama di hari-hari saat kamu merasa sangat lelah. Ini memberikan ruang bagi hormonmu untuk stabil.
Protein di Pagi Hari: Saat membatalkan puasa, coba tambahkan sumber protein ringan seperti telur rebus, yogurt, atau tahu. Protein akan memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan lebih aman bagi lambung dibanding buah sendirian.
Rehat Sejenak dari HIIT: Coba kurangi intensitas HIIT menjadi satu kali seminggu. Fokuslah pada strength training atau pilates agar tubuh tidak terlalu stres (karena hormon kortisol yang tinggi bisa menghambat pembakaran lemak perut).
Catatan: Sering kali, lingkar perut justru mengecil saat kita memberi tubuh nutrisi yang cukup dan waktu istirahat yang pas, bukan dengan terus-menerus memaksanya.
Yuk, Kita Susun Strategi Bareng!
Supaya saran yang aku berikan bisa benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan rutinitasmu, boleh aku tahu dua hal ini?
Waktu Olahraga: Biasanya kamu lebih sering olahraga di pagi atau sore hari?
Kondisi Maag: Seberapa sering maagmu kambuh, dan apakah ada pemicu khusus yang kamu sadari?
Setelah itu, aku bisa bantu buatkan jadwal makan dan pola latihan yang lebih ramah untuk lambungmu tapi tetap ampuh untuk fat loss. Semangat ya, kita buat progresmu jalan lagi!

