[Diet Asam Urat]
anonim
  Bagaimana mengurangi asam urat
 
22:36 20/10/2025
Wahyu Sandy Hidayatullah ahligizi
 
Halo! Keluhan asam urat memang sering bikin tidak nyaman ya, apalagi kalau sudah terasa linu atau bengkak di persendian. Sebagai praktisi gizi yang sudah di Puskesmas sejak 2015, aku sering sekali menangani ini.
Prinsip utamanya sebenarnya sederhana: Kurangi asupan "bahan baku" asam urat (purin) dan lancarkan saluran "pembuangannya" (lewat urine).
Ini langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan:
1. Batasi Makanan Sumber Purin Tinggi
Kita bagi jadi beberapa kategori yang perlu diwaspadai:
Wajib Hindari (Fase Akut): Jeroan (hati, limpa, babat), seafood tertentu (kerang, udang, kepiting), dan makanan kaleng (sarden).
Batasi Porsi: Daging merah (sapi/kambing), kacang-kacangan kering (seperti kacang tanah atau emping melinjo), serta sayuran hijau tua (bayam, daun singkong, kangkung).
2. Waspada "Pemicu" dari Minuman Manis
Banyak yang tidak tahu kalau Fruktosa (gula dalam minuman kemasan, soda, atau boba) bisa merangsang tubuh memproduksi asam urat lebih banyak. Jadi, sementara waktu, yuk kembali ke air putih atau teh tawar saja.
3. "Bilas" dengan Air Putih
Ini cara paling ampuh dan murah. Bayangkan asam urat itu seperti endapan garam; jika airnya sedikit, dia akan mengkristal. Tapi kalau kita minum minimal 2,5 - 3 liter sehari, ginjal akan lebih mudah membilas kristal asam urat tersebut keluar lewat air seni.
4. Konsumsi "Sahabat" Asam Urat
Beberapa asupan justru membantu menurunkan kadarnya:
Buah Tinggi Vitamin C: Seperti jeruk, jambu biji, atau kiwi. Vitamin C membantu proses pembuangan di ginjal.
Susu atau Yogurt Low-Fat: Protein dalam produk susu rendah lemak terbukti secara klinis membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Karbohidrat Kompleks: Seperti nasi merah atau ubi, karena tidak memicu lonjakan insulin yang bisa menghambat pengeluaran asam urat.
5. Jangan Diet Terlalu Ekstrem
Bagi pasien yang ingin turun berat badan sekaligus asam urat, jangan sampai kelaparan ya. Saat tubuh kelaparan (ketosis), tubuh justru akan menahan asam urat di dalam darah. Jadi, makan tetap harus teratur dengan porsi yang seimbang.
Satu tips tambahan: Jika sendi sedang terasa panas atau bengkak, sebaiknya segera cek ke dokter untuk bantuan medis (obat antiradang), lalu kita dampingi dengan pengaturan pola makan ini agar tidak kambuh lagi di masa depan.
Kira-kira dari kebiasaan makan sehari-hari, bagian mana yang paling menantang untuk diubah? Apakah Bapak/Ibu sering mengonsumsi gorengan atau minuman manis?
Mau aku bantu buatkan contoh jadwal makan sehari yang aman untuk asam urat tapi tetap enak di lidah?
Prinsip utamanya sebenarnya sederhana: Kurangi asupan "bahan baku" asam urat (purin) dan lancarkan saluran "pembuangannya" (lewat urine).
Ini langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan:
1. Batasi Makanan Sumber Purin Tinggi
Kita bagi jadi beberapa kategori yang perlu diwaspadai:
Wajib Hindari (Fase Akut): Jeroan (hati, limpa, babat), seafood tertentu (kerang, udang, kepiting), dan makanan kaleng (sarden).
Batasi Porsi: Daging merah (sapi/kambing), kacang-kacangan kering (seperti kacang tanah atau emping melinjo), serta sayuran hijau tua (bayam, daun singkong, kangkung).
2. Waspada "Pemicu" dari Minuman Manis
Banyak yang tidak tahu kalau Fruktosa (gula dalam minuman kemasan, soda, atau boba) bisa merangsang tubuh memproduksi asam urat lebih banyak. Jadi, sementara waktu, yuk kembali ke air putih atau teh tawar saja.
3. "Bilas" dengan Air Putih
Ini cara paling ampuh dan murah. Bayangkan asam urat itu seperti endapan garam; jika airnya sedikit, dia akan mengkristal. Tapi kalau kita minum minimal 2,5 - 3 liter sehari, ginjal akan lebih mudah membilas kristal asam urat tersebut keluar lewat air seni.
4. Konsumsi "Sahabat" Asam Urat
Beberapa asupan justru membantu menurunkan kadarnya:
Buah Tinggi Vitamin C: Seperti jeruk, jambu biji, atau kiwi. Vitamin C membantu proses pembuangan di ginjal.
Susu atau Yogurt Low-Fat: Protein dalam produk susu rendah lemak terbukti secara klinis membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Karbohidrat Kompleks: Seperti nasi merah atau ubi, karena tidak memicu lonjakan insulin yang bisa menghambat pengeluaran asam urat.
5. Jangan Diet Terlalu Ekstrem
Bagi pasien yang ingin turun berat badan sekaligus asam urat, jangan sampai kelaparan ya. Saat tubuh kelaparan (ketosis), tubuh justru akan menahan asam urat di dalam darah. Jadi, makan tetap harus teratur dengan porsi yang seimbang.
Satu tips tambahan: Jika sendi sedang terasa panas atau bengkak, sebaiknya segera cek ke dokter untuk bantuan medis (obat antiradang), lalu kita dampingi dengan pengaturan pola makan ini agar tidak kambuh lagi di masa depan.
Kira-kira dari kebiasaan makan sehari-hari, bagian mana yang paling menantang untuk diubah? Apakah Bapak/Ibu sering mengonsumsi gorengan atau minuman manis?
Mau aku bantu buatkan contoh jadwal makan sehari yang aman untuk asam urat tapi tetap enak di lidah?
 
12:07 15/01/2026

