[Masalah Berat Badan]
anonim
  Kak kalau meal plan untuk autoimun dengan diet rendah kalori seperti apa ya kak Terimakasih kak
 
15:25 01/11/2026
Wahyu Sandy Hidayatullah ahligizi
 
Halo Kak, terima kasih sudah bertanya.
Untuk autoimun, meal plan tidak bisa general karena harus disesuaikan dengan jenis autoimunnya (masing-masing pendekatan dietnya beda), kondisi sedang flare atau remisi, obat yang dikonsumsi apa, dan ada/tidaknya alergi makanan.
Selain itu, "rendah kalori" perlu diklarifikasi dulu tujuannya untuk turun BB atau alasan lain? Karena kalau defisit kalorinya terlalu agresif, justru bisa picu flare autoimun.
Secara umum, pendekatan yang sering dipakai:
- Anti-inflamasi: omega-3, sayur berwarna, batasi gula & ultra-proses
- Beberapa kasus cocok AIP (Autoimmune Protocol) atau gluten-free/ dairy-free trial, tapi harus evaluasi per orang
- Defisit kalori maksimal 300-500 kkal, tetap pertahankan asupan minimal 1.200 kkal/hari (wanita) atau 1.500 kkal/hari (pria)
Kalau Kakak mau meal plan yang benar-benar sesuai, bisa kirimkan data berikut ya:
- Usia, BB, TB
- Jenis autoimun (yang sudah dipastikan dokter)
- Obat yang dikonsumsi
- Sedang flare atau remisi
- Alergi/intoleransi makanan
- Aktivitas hariannya gimana ?
Terima kasih Kak.
Untuk autoimun, meal plan tidak bisa general karena harus disesuaikan dengan jenis autoimunnya (masing-masing pendekatan dietnya beda), kondisi sedang flare atau remisi, obat yang dikonsumsi apa, dan ada/tidaknya alergi makanan.
Selain itu, "rendah kalori" perlu diklarifikasi dulu tujuannya untuk turun BB atau alasan lain? Karena kalau defisit kalorinya terlalu agresif, justru bisa picu flare autoimun.
Secara umum, pendekatan yang sering dipakai:
- Anti-inflamasi: omega-3, sayur berwarna, batasi gula & ultra-proses
- Beberapa kasus cocok AIP (Autoimmune Protocol) atau gluten-free/ dairy-free trial, tapi harus evaluasi per orang
- Defisit kalori maksimal 300-500 kkal, tetap pertahankan asupan minimal 1.200 kkal/hari (wanita) atau 1.500 kkal/hari (pria)
Kalau Kakak mau meal plan yang benar-benar sesuai, bisa kirimkan data berikut ya:
- Usia, BB, TB
- Jenis autoimun (yang sudah dipastikan dokter)
- Obat yang dikonsumsi
- Sedang flare atau remisi
- Alergi/intoleransi makanan
- Aktivitas hariannya gimana ?
Terima kasih Kak.
 
21:49 02/11/2026
anonim
 
Assalammu'alaikum kak
1. BB : 72-73 kg
2. TB : 152 cm
3. Usia : 38 th
4. Jenis autoimun :Arthitis Psoriasis
5. Obat yang dikonsumsi :Rinvooq
6. Alergi makanan / intoleransi makanan :Susu sapi,seafood,makanan yg memicu kolesterol,sayuran hijau
7. Aktivitas hariannya bagaimana : sesekali olahraga ringan/beban ringan
8. Sedang flare (gejala) / remisi :sedang flare(gejala gusi berdarah,lebam di badan,demam,lemas,pusing)klo terlalu capek dan sering terpapar sinar matahari
 
09:52 03/11/2026
Wahyu Sandy Hidayatullah ahligizi
 
Wa'alaikumussalam warahmatullah kak. Sebelum saya lanjut menyusun panduan gizi/menunya, saya perlu menyampaikan satu hal penting dulu:
Gejala gusi berdarah + lebam spontan + demam + lemas + pusing saat sedang minum Rinvoq perlu segera dikonsultasikan ke dokter rheumatology atau dokter umum untuk cek darah lengkap (terutama trombosit, leukosit, Hb). Rinvoq dapat menurunkan sel darah — gejala yang kakak alami bisa jadi tanda awal itu, bukan sekadar "flare biasa" begitu info yang saya dapat dari kolega di Puskesmas. Saya tetap akan bantu susun menu/materi gizinya, tapi tolong jangan tunda cek ke dokter.
Sebelum saya buatkan dokumennya, saya perlu konfirmasi beberapa hal supaya hasilnya pas dengan kebutuhan kakak:
rendah kalorinya ini untuk turunkan BB kah ? apakah ada arahan/ mungkin target BB dr dokternya ?
apakah ada penyakit penyerta ?
apakah sehari-harinya masak sendiri/ beli ?
 
21:34 03/11/2026

